Juara 1 Mahasisiwa Berprestasi UMK 2022

UMK- Pemilihan mahasiswa berprestasi (Pilmapres) Universitas Muria Kudus menobatkan Idha Rachmawati dari program studi (prodi) Akutansi sebagai mahasiswa berprestasi (mapres) UMK tahun 2022. Dalam grand final pilmapres yang digelar Kamis, (16/06/2022) di Ruang Seminar Lt. 4 Gd Rektorat secara resmi mengukuhkan Idha Rachmawati sebagai mapres setelah memaparkan presentasinya dihadapan juri.

Pada penyelenggaraannya, Grand final pilmapres 2022 ini diikuti oleh 10 finalis mahasiswa berprestasi dari berbagai prodi. Para finalis tersebut merupakan mahasiswa yang telah lolos seleksi pilmapres dari setiap fakultas yang selanjutnya wajib mempresentasikan Karya Tulis Ilmiah (KTI) mereka. Sepuluh finalis tersebut diminta mempresentasikan ide-ide yang tertuang pada KTI dihadapan tiga juri.

Salah satu judul ide dari finalis Pilmapres adalah dari Nickyta Yudhisaputri prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang memiliki ide tentang "SIRLY ,Smart Virtual Library" yaitu aplikasi perpustakaan berbasis Augmented Reality untuk meningkatkan gerakan literasi secara mandiri bagi anak. Ide tersebut muncul dengan latar belakang minat literasi yang masih rendah di Indonesia. Indikator literasi merupakan salah satu penentu kualitas pendidikan dan keberhasilan suatu negara, namun hal tersebut terkendala oleh beberapa faktor, seperti minat baca anak yang rendah. Melalui SIRLY, harapan Nicky melalui aplikasi perpustakaan virtual SIRLY ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan minat baca pada anak.

Sementara itu, Idha Rachmawati sebagai mahasiswa prestasi terpilih menggagaskan ide "Bangun UMKM". Ide ini merupakan sustainable bisnis melalui digital website sebagai upaya peningkatan digitalisasi umkm dalam menyongsong digital energy of asia. Perempuan yang berdomisili di RT 2/RW 3, Desa Payang, Kecamatan Pati Kota, Pati ini, memiliki banyak prestasi dan mengikuti berbagai organisasi. Dirinya aktif dalam berbagai organisasi diantaranya forum ilmiah mahasiswa, kelompok kajian perpajakan, forum mahasiswa berprestasi, dan Generasi Baru Indonesia (Genbi) UMK. "Alhamdulillah bisa dipercaya menjadi mapres UMK saya tahu ini bukanlah akhir pencapaian, masih banyak rangkaian proses dan tahapan kedepan, semoga bisa membawa nama baik UMK", ucapnya. Berdasarkan hasil riset dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) tahun 2020, UMKM di Indonesia memiliki kontribusi yang besar terhadap pendapatan Produk Domesik Bruto (PDB).

Sementara itu, penyerapan UMKM terhadap tenaga kerja di Indonesia juga cukuplah besar. Akan tetapi , kondisi pandemi Covid-19 akhir-akhir ini mengakibatkan jatuh dan terpuruknya beberapa UMKM yang ada di Indonesia, hal ini lah yang melatarbelakangi Idha untuk membuat gagasan mengenai "Bangun UMKM". Jumlah UMKM yang berada di Indonesia menyentuh angka 65 juta usaha, namun masih banyak sekali kelemahan dan kekurangan dari UMKM tersebut diantaranya seperti pemahaman mengenai desain produk yang masih kurang, rendahnya kualitas SDM, pemahaman mengenai literasi keuangan yang buruk, serta kurangnya keahlian dalam pengelolaan manajemen usaha.

Digital website dari Bangun UMKM nantinya akan berisi beberapa fitur diantaranya, fiitur konsultan bisnis, literasi bisnis, sebaran UMKM, influencer, desain grafis hingga fitur acara UMKM. Dalam fitur ini tentunya akan memfasilitasi para pelaku UMKM untuk maju dan berkembang dari segi keuangan, bisnis, maupun pemasaran. Salah satu fitur seperti konsultan bisnis nantinya akan membantu para pelaku UMKM dengan memanfaatkan fitur ini untuk berdiskusi tentang masalah atau kendala yang mereka hadapi dengan Pakar Bisnis yang disediakan oleh Bangun UMKM.

Melalui platform Bangun UMKM ini, harapan Idha adalah menjadi solusi bagi para pelaku UMKM agar dapat menyelesaikan segala problem secara mudah dan tepat. Tidak hanya itu, ide ini nantinya dapat membantu sektor mikro yang tidak perlu merogoh kocek dalam untuk mengembangkan bisnis UMKM miliknya. "Harapan saya Bangun UMKM benar-benar bisa berjalan dan diimplementasikan, pembuatan website saat ini sedang berjalan dan dalam proses pembuatan semoga saja bisa menjadi startup dan berguna buat para UMKM harus mulai beralih ke era digital", pungkasnya.

Wakil Rektor III bagian Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muria Kudus, Dr. Sugeng Slamet, S.T., M.T., berharap agar mahasiswa berprestasi yang terpilih dapat mewakili UMK melaju pada pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat nasional. "Harapannya, Mapres perwakilan UMK dapat berkontribusi pada kompetisi nasional yang diselenggarakan LLDIKTI, selain itu juga semoga mendapat peringkat yang baik", ucapnya. Tak lupa, bagi mahasiswa yang belum mendapatkan juara harus tetap semangat karena mereka merupakan mahasiswa pilihan yang terbaik diantara fakultas mereka. "Melihat prestasi UMK di PPK Ormawa dan PKM Nasional, saya harap mahasiswa UMK juga unggul pada program dikti lainnya", tutupnya. Universitas Muria Kudus selalu berupaya dan senantiasa mencetak mahasiswa yang berprestasi demi meraih cita-cita menjadi perguruan tinggi yang maju dan unggul. (Humas-Linfokom)